Dialog Bersama RRI Bogor, Muzakkir Bahas PKL dan Blok F Pasar Kebon Kembang | PERUMDA PASAR PAKUAN JAYA
2 | 1 09 Februari 2021 | Dilihat: 41 Kali | Cetak

Dialog Bersama RRI Bogor, Muzakkir Bahas PKL dan Blok F Pasar Kebon Kembang


Dialog Bersama RRI Bogor, Muzakkir Bahas PKL dan Blok F Pasar Kebon Kembang

www.pasarpakuanjaya.co.id Bogor - Dialog yang diselenggarakan oleh Radio RRI Pro 1 102 FM bersama Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Muzakkir mengenai dua tahun Direksi Perumda PPJ, Senin 08 Februari 2021 dimulai pagi hari tadi pada pukul 08.00 wib dalam Bincang Pagi Dinamika Bogor RRI. Hadir dalam dialog tersebut Ketua Komisi II DPRD M. Rusli Prihatevy dan perwakilan pedagang Blok F Pasar Kebon Kembang.

Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi salah satu pembahasan Dirut Perumda PPJ pada sesi dialog tersebut. Menurutnya dibutuhkan ketegasan dari semua pihak dalam menertibkan para PKL yang berjualan di jalan. Yakni, Perumda PPJ yang bertugas menyiapkan tempat bagi para PKL, Koordinasi antara Dinas Satuan Polisi Pramong Praja (Pol PP), dinas lainnya seperti (Dinas UMKM, Kecamatan, dan Kelurahan setempat-red) yang bertugas untuk memindahkan para PKL agar tidak berjualan dijalan, serta adanya peran besar dari pihak DPRD Kota Bogor, TNI, dan Polri untuk memberi dukungan bagaimana hal tersebut bisa berjalan dengan baik.

“Perumda PPJ tidak semena-mena memindahkan PKL, yang pada akhirnya mereka tidak bisa berjualan di dalam. Kami tata para PKL, kami berikan fasilitas agar mereka bisa berjualan dengan baik didalam pasar, seperti kita pindahkan ke pasar- pasar yang masih ada tempat kosong (contoh Pasar Bogor, Pasar Jambu Dua, dan lainnya agar PKL yang berjualan di jalan bisa kami masukan ke dalam pasar,” ungkap Muzakkir.

Revitalisasi Blok F Pasar Kembang sudah rampung, maka Perumda PPJ akan siapkan khusus untuk PKL dengan harga yang bersubsidi sehingga PKL bisa dimasukan kesana. Tidak ada jalan lain untuk penataan Kota Bogor lebih baik yang berhubungan dengan pasar yaitu dengan revitalisasi pasar dan memindahkan PKL yang berjualan dijalan untuk berjualan didalam pasar.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor M. Rusli Prihatevy. Rusli menjelaskan pada saat adanya penyampaian surat dari para PKL yang salah satunya di Jalan Nyi Raja Permas, dirinya  menindaklanjuti berkenaan dengan audiensi. Didalam audiensi tersebut yang mana para PKL menyampaikan beberapa keinginannya berkenaan dengan situasi mereka, salah satunya belum ada kesiapan untuk membayar Down Payment (DP) sehingga dirinya memberikan fasilitas tersebut dan akomodatif menerima aspirasi mereka. “Kami tindaklanjuti berkenaan dengan pertemuan antara Perumda PPJ, PKL dan  Dinas UMKM. Alhamdulillah ada solusi dari hasil pertemuan tersebut yang mana PKL akan di masukkan dulu ke dalam Blok F sambil mereka bisa berjualan disana dan diberikan waktu untuk tidak membayar DP dulu tetapi lebih kepada agar para PKL masuk kedalam pasar dan mencoba penyesuaian terlebih dahulu. Langkah ini menurut saya sangat aspiratif dengan Perumda PPJ bisa akomodatif /menerima masukan dari kami untuk memfasilitasi para PKL. Semoga kesepakatan ini bisa di sepakati secara bersama untuk kebaikan para PKL di blok F,” ujar Rusli.

Dirut Perumda PPJ, Muzakkir menanggapi, Perumda PPJ sudah memfasilitasi para PKL untuk mengizinkan menyewa terlebih dahulu dengan harga yang sangat murah mulai dari kisaran 500 ribu sampai dengan 1.2jt /bulan/kios untuk Blok A, B dan F, setelah 6 bulan para PKL boleh menentukan untuk melanjutkan sewa atau membeli dengan harga yang sama (tidak naik). Adapun pasar yang menjadi barometer dari segi kebersihan, kenyamanan serta keindahan untuk Perumda PPJ yaitu ada di Pasar Kebon Kembang Blok F. Dirinya menyampaikan bahwa pasar ini nantinya akan menjadi standar pelayanan Perumda PPJ kepada masyarakat dan para pedagang. “ Nantinya kita akan bangun pasar lain seperti Pasar Sukasari, Pasar Padasuka, dan Tanah Baru yang tujuannya adalah untuk merefresh pasar itu sendiri, mengajak investor masuk ke Kota Bogor serta agar tidak ada lagi PKL – PKL yang ada dijalan,” kata Muzakkir.

“Kita harapkan bisa revitalisasi pasar, karena seluruh PKL yang berjumlah kurang lebih 3000 ini semuanya harus ada di dalam pasar, jadi kedepannya bagaimana kita membuat pasar ini nyaman, indah dan layak dikunjungi oleh masyarakat Kota Bogor namun kita tetap memperhatikan para pedagang yang ada didalam pasar,” Lanjutnya.

Bicara mengenai pedagang dan PKL, 90 persen pedagang didalam pasar dan 10 persen PKL diluar, ini harus berjalan harmonis sesuai dengan program Pemerintah Kota Bogor dan Perumda PPJ yaitu tidak boleh ada PKL dijalan, karena PKL itu adanya didalam pasar dan Pemerintah Kota Bogor menyiapkan tempat untuk mereka.

“Pedagang luar dari Pedati, Lawang Seketeng, dan seputaran Padasuka semuanya akan kita masukan ke dalam pasar, pertanyaan yang sering dilontarkan oleh masyarakat adalah bagaimana dengan harganya apakah masuk atau tidak ke mereka. Kita tegaskan, kita tidak menjual akan tetapi menyewakan dan PKL cukup membayar sewa perbulan saja kalau konsep mereka bayar harian sebelumnya memungkinkan juga untuk bayar harian ke Perumda PPJ. Saya pastikan harga dari Perumda PPJ jauh lebih murah dibandingkan PKL berjualan di jalan dengan menyetor ke oknum tertentu,” tutup Muzakkir.

 

(gft)


Author: Admin


Tags:

Bagikan