Peringati Hari Santri Nasional, Pegawai Pria PDPPJ Gunakan Sarung dan Peci | PERUMDA PASAR PAKUAN JAYA
42 | 46 24 Oktober 2019 | Dilihat: 1228 Kali | Cetak

Peringati Hari Santri Nasional, Pegawai Pria PDPPJ Gunakan Sarung dan Peci


Peringati Hari Santri Nasional, Pegawai Pria PDPPJ Gunakan Sarung dan Peci

PDPPJKOTABOGOR.COM, Bogor  - Ada pemandangan berbeda di kantor pusat Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) dan unit pasar, Selasa (22/10) pagi. Sejumlah pegawai pria terlihat memakai sarung, peci dan baju koko ketika menjalankan tugasnya dikarenakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

Menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 003.3/70 Yanbangkes tentang Hari Santri Nasional di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Pada hari santri ini, seluruh pegawai yang beragama Islam dihimbau memakai pakaian muslim.

Terlihat dari berbagai corak warna sarung menjadi sisi yang berbeda yang tidak biasa terlihat dalam sehari - harinya, itu bukan karena mereka ke pasar mau ngaji ataupun ceramah akan tetapi mengikuti surat edaran dari gubernur. Seluruh pegawai laki laki yang menggunakan sarung ala santri mengaku senang dan tampil berbeda sehingga menjadi selera kerja semangat.

Kepala Sub Bagian Humas PDPPJ, Riadul Muslim menyampaikan, hal ini merupakan salah satu kearifan lokal dan sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia. “Kami (PDPPJ-red) sangat mengapresiasi sekali pemberlakuan pakaian muslim di hari santri ini, apalagi di sekitar lingkungan PDPPJ masyarakatnya cukup agamis. Perlu ada kesadaran dari dalam diri masyarakat bahwa kebiasaan ini harus selalu dilakukan dan dipertahankan. Hal ini tidak lain untuk melindungi dan merawat tradisi islam dengan menggunakan sarung dan peci sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia secara keseluruhan,” ungkap Riadul.

Indra jaya selaku karyawan bagian hukum mengatakan sesuatu yang baru di lingkungan kantornya. Bahkan merasa aneh tapi bahagia karena disamping pakaian yang biasa dipakai berbeda dengan hari ini. “Saya tadinya malu memakai sarung dan peci ke kantor, tapi karena ini hari santri dan intruksi langsung dari Walikota Bogor atas dasar kesadaran nasional pribadi saya, ya saya pakai. Aneh sih rasanya masuk kantor pakai sarung dan peci, tapi saya merasa memakai sarung dan peci jadi inget masa kecil kalau mau ngaji itu ya pakai sarung dan peci sehingga yang pertama dijaga adalah adab dan akhlak saya kepada guru/kyai saya. Dan di kantor saya pakai sarung merasa bicara sama teman - teman yang lain memakai adab dan akhlak saya karena bawaan sarung dan peci,” tutupnya.

(gft)


Author: Admin


Tags:

Bagikan